Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Peluang Ekonomi Digital RI di Kanton...
EKONOMI

Peluang Ekonomi Digital RI di Kanton Zug, Crypto Valley Swiss

Peluang kerja sama ekonomi digital Indonesia di Kanton Zug Crypto Valley Swiss

Peluang kerja sama ekonomi digital Indonesia di Kanton Zug Crypto Valley Swiss

Kanton Zug di Swiss, yang dikenal sebagai jantung dari "Crypto Valley," kini menjadi sorotan utama dalam upaya memperkuat ekosistem digital nasional. Wilayah ini dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 on Digital Economy yang diprakarsai oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern di Swiss.

Dari pantauan redaksi di lokasi, Kanton Zug merupakan wilayah yang terletak di sisi utara Swiss yang menawarkan lanskap indah dengan Danau Zug di sisi barat kota, menjadikannya salah satu destinasi wisata unggulan sekaligus pusat inovasi teknologi global.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, wilayah ini menaungi ratusan perusahaan blockchain global. Inovasi digital yang diterapkan oleh pemerintah dan industri di Kanton Zug dinilai dapat menjadi inspirasi strategis bagi provinsi-provinsi di Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi yang kompetitif.

Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, Kanton Zug bertindak sebagai semacam "Silicon Valley" untuk industri kripto di wilayah Swiss dan Eropa. Sebagai jantung dari "Crypto Valley," Zug menyediakan akses langsung ke ekosistem blockchain terbesar di dunia yang kini mencakup lebih dari 700 perusahaan.

Dalam forum tersebut, Dubes Ngurah Swajaya menekankan tiga pilar utama kerja sama digital yang ingin didorong oleh Indonesia. "Tahun ini tema khusus kita adalah potensi ekonomi digital yang fokus pada tiga hal: infrastruktur digital seperti data center, financial technology, dan artificial intelligence (AI)," ujar Ngurah Swajaya saat memberikan keterangan resmi.

Lebih lanjut, Dubes Ngurah Swajaya juga menyoroti keunggulan kompetitif yang dimiliki Indonesia di sektor finansial digital. "Kita harus akui dengan QRIS di Indonesia, kita jauh lebih maju dibandingkan Swiss yang masih tradisional menggunakan uang tunai atau kartu. Indonesia bisa mengisi kerja sama dalam hal meningkatkan keamanan dan kepercayaan (trust), di mana Swiss memiliki keunggulan tersebut," tambahnya.

Di sisi lain, otoritas Kanton Zug menyambut hangat peluang kolaborasi strategis ini. Menurut Direktur Urusan Ekonomi Kanton Zug, Sylvia Thalmann-Gut, ada kunci sukses dari wilayahnya yang sangat berpotensi untuk diadaptasi oleh 38 provinsi di Indonesia yang memiliki sistem otonomi daerah.

Berdasarkan penjelasan Sylvia Thalmann-Gut, kepastian regulasi sejak awal menjadi pilar krusial bagi kenyamanan berinvestasi. "Pemerintah harus mampu memberikan kepastian regulasi sejak dini agar pelaku usaha tahu dengan jelas apa yang diperbolehkan," tegas Sylvia.

Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah di Indonesia memberikan ruang inovasi yang luas bagi provinsi masing-masing agar tidak terhambat aturan yang kaku. "Jika regulasi terlalu sempit, daerah akan kesulitan berkembang. Sangat penting juga menyediakan layanan satu pintu atau one-stop shop bagi perusahaan, di mana pelaku usaha cukup memiliki satu saluran komunikasi resmi untuk mendapatkan jawaban cepat dari pemerintah," jelasnya.

// TOPICS
#swiss #kedutaan_besar_republik_indonesia #ngurah_swajaya #ekonomi_digital #crypto_valley #kanton_zug #blockchain #fintech
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.